BAB II
METABOLISME
Sel
merupakan unit kehidupan yang terkecil, oleh karena itu sel dapat menjalankan
aktivitas hidup, di antaranya metabolisme.Metabolisme
adalah proses-proses kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup/sel.
Metabolisme disebut juga reaksi enzimatis, karena metabolisme terjadi selalu
menggunakan katalisator enzim.
Berdasarkan
prosesnya metabolisme dibagi menjadi 2, yaitu:
1. Anabolisme/AsimilasI/Sintesis,
yaitu proses pembentukan molekul yang kompleks dari molekul yang sederhana
dengan menggunakan energi tinggi.
Contoh : fotosintesis (asimilasi C) dan
kemosintesis
energi cahaya
6 CO2 + 6 H2O ———————————> C6H1206 + 6 02
klorofil glukosa
(energi kimia)
Pada kloroplas terjadi transformasi energi, yaitu dari energi cahaya sebagai
energi kinetik berubah menjadi energi kimia sebagai energi potensial, berupa
ikatan senyawa organik pada glukosa. Dengan bantuan enzim-enzim, proses
tersebut berlangsung cepat dan efisien. Bila dalam suatu reaksi memerlukan
energi dalam bentuk panas reaksinya disebut reaksi endergonik. Reaksi
semacam itu disebut reaksi endoterm.
2.
Katabolisme (Dessimilasi),
yaitu proses penguraian molekul komplek menjadi molekul yang sederhana dengan
membebaskan energi kimia yang tersimpan dalam senyawa organik tersebut.
Contoh:
enzim
C6H12O6 + 6 O2 ———————————> 6 CO2 + 6 H2O
+ 686 KKal.
energi kimia
Saat
molekul terurai menjadi molekul yang lebih kecil terjadi pelepasan energi
sehingga terbentuk energi panas. Bila pada suatu reaksi dilepaskan energi,
reaksinya disebut reaksi eksergonik. Reaksi semacam itu disebut juga
reaksi eksoterm.
Molekul
Yang Terlibat Dalam Metabolisme
ENZIM
.Ditemukan oleh Kuhne
Enzim merupakan biokatalisator / katalisator(dpt mempercepat reaksi tanpa
mengalami perubahan struktur kimia) organik yang dihasilkan oleh sel .
Struktur enzim terdiri dari:
Enzym
yang lengkap disebut holoenzym,terdiri-dari :
•
Apoenzim, yaitu
bagian enzim yang tersusun dari protein, yang akan
rusak bila suhu terlampau panas(termolabil).
•
Gugus Prostetik , yaitu bagian enzim yang tidak tersusun dari protein,
tetapi dari ion-ion logam
(besi,tembaga,seng) atau molekul-molekul
organik yang disebut KOENZIM, dan yang tersusun bahan anorganik disebut Kofaktor .Molekul gugus
prostetik lebih kecil dan tahan panas (termostabil), ion-ion logam yang menjadi
kofaktor berperan sebagai stabilisator agar enzim tetap aktif. Koenzim yang
terkenal pada rantai pengangkutan elektron (respirasi sel), yaitu NAD
(Nikotinamid Adenin Dinukleotida), FAD (Flavin Adenin Dinukleotida), SITOKROM.
Enzim
mengatur kecepatan dan kekhususan ribuan reaksi kimia yang berlangsung di dalam
sel. Walaupun enzim dibuat di dalam sel, tetapi untuk bertindak sebagai katalis
tidak harus berada di dalam sel. Reaksi yang dikendalikan oleh enzim antara
lain ialah respirasi, pertumbuhan dan perkembangan, kontraksi otot,
fotosintesis, fiksasi, nitrogen, dan pencernaan.
Sifat-sifat
enzim
Enzim
mempunyai sifat-siat sebagai berikut:
1. Biokatalisator, mempercepat jalannya reaksi tanpa ikut bereaksi.
2. Thermolabil; mudah rusak, bila dipanasi lebih dari suhu 60º C, karena
enzim tersusun dari protein yang mempunyai sifat thermolabil.
3. Merupakan senyawa protein sehingga sifat protein tetap melekat
pada enzim.
4. Dibutuhkan dalam jumlah sedikit, sebagai biokatalisator, reaksinya
sangat cepat dan dapat digunakan berulang-ulang.
5. Bekerjanya ada yang di dalam sel (endoenzim) dan di luar sel
(ektoenzim), contoh ektoenzim: amilase,maltase.
6. Umumnya enzim bekerja mengkatalisis reaksi satu arah, meskipun ada
juga yang mengkatalisis reaksi dua arah, contoh : lipase,
mengkatalisis pembentukan
Dan penguraian lemak.
lipase
Lemak + H2O ———————————> Asam lemak + Gliserol
7. Bekerjanya spesifik ; enzim bersifat spesifik, karena bagian yang aktif
(permukaan tempat melekatnya substrat) hanya setangkup dengan
permukaan substrat tertentu.
8. Umumnya enzim tak dapat bekerja tanpa adanya suatu zat non
protein tambahan yang disebut kofaktor.
9. Bersifat koloid
FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI KERJA ENZYM :
1.
Aktivator dapat mempercepat
jalannya reaksi,
contoh aktivator enzim: ion Mg 2+ , Ca 2+,
zat organik seperti koenzim-A.
2.
Inhibitor akan
menghambat jalannya reaksi enzim. Contoh inhibitor : CO, Arsen, Hg,
Sianida.Cara kerja inhibitor adalah berikatan dengan enzym membentuk komplek
enzym-inhibitor yang masih mampu atau tidak mampu berikatan dengan substrat.
Ada 2 jenis inhibitor adalah :
1.Inhibitor
kompetitif :struktur inhibitor sama dengan struktur substrat, shg inhibitor dan substrat bersaing
untuk bergabung dengan sisi aktif enzym.
2. Inhibitor nonkompetitif :struktur inhibitor
tidak sama dengan substrat
Gbr. Penghambatan Reversible terhadap
kerja enzim
3.
Temperatur, suhu optimun enzym adalah 30 – 400C.
4.
pH
|
Enzym
|
pH optimum
|
Pepsin
|
2
|
Sukrase
|
4,5
|
Amilase
liur
|
7,8
|
Katalase
|
7,6
|
Lipase
pankreas
|
9
|
5.
Konsentrasi enzym dan substrat. Agar reaksi
berjalan optimum ,maka perbandingan jumlah antara enzym dan substrat harus
sesuai.
Katabolisme
Katabolisme
adalah reaksi pemecahan / pembongkaran senyawa kimia kompleks yang mengandung
energi tinggi menjadi senyawa sederhana yang mengandung energi lebih rendah.
Tujuan utama katabolisme adalah untuk membebaskan energi yang terkandung di
dalam senyawa sumber. Bila pembongkaran suatu zat dalam lingkungan cukup
oksigen (aerob) disebut proses respirasi, bila dalam lingkungan tanpa
oksigen (anaerob) disebut fermentasi.
Contoh Respirasi : C6H12O6 + O2
——————> 6CO2 + 6H2O + 688 KKal.
(glukosa)
Contoh Fermentasi :C6H1206 ——————>
2C2H5OH + 2CO2 + Energi.
(glukosa) (etanol)
|
RESPIRASI
|
|
Respirasi yaitu suatu proses pembebasan energi yang
tersimpan dalam zat sumber energi melalui proses kimia dengan menggunakan
oksigen. Dari respirasi akan dihasilkan energi kimia ATP untuk kegiatan kehidupan, seperti sintesis (anabolisme),
gerak, pertumbuhan, mengganti sel-sel yang rusak.
Contoh:
Respirasi pada Glukosa, reaksi sederhananya:
C 6 H 12 0 6 + 6 0 2 ———————————> 6 H 2 O + 6 CO 2 + Energi
(gluLosa)
Reaksi pembongkaran glukosa sampai menjadi H20 + CO2 + Energi, melalui empat
tahap :
1. Glikolisis.
2.Dekarboksilasi Oksidatif
3. Daur Krebs.
4. Transpor elektron respirasi.
1. Glikolisis, terjadi di
dalam sitosol yaitu perubahan glukosa (6C) menjadi 2 molekul asam
piruvat (3 C)
Peristiwa perubahan :
Glukosa Glulosa - 6 - fosfat Fruktosa 1,6 difosfat
3 fosfogliseral dehid (PGAL) / Triosa fosfat Asam piruvat.
Jadi hasil dari glikolisis :
1.1. 2 molekul asam piruvat.
1.2. 2 molekul NADH yang berfungsi sebagai sumber elektron berenergi
tinggi.
1.3. 2 molekul ATP untuk setiap molekul glukosa.
2.Dekarboksilasi Oksidatif (reaksi antara)/ oksidasi
piruvat (Perubahan dari 3 C – 2 C)
Setelah melalui reaksi
glikolisis, jika terdapat molekul oksigen yang cukup maka asam piruvat akan
menjalani tahapan reaksi selanjutnya, yaitu siklus Krebs yang bertempat di matriks mitokondria. Jika tidak
terdapat molekul oksigen yang cukup maka asam piruvat akan menjalani reaksi
fermentasi. Akan tetapi, asam piruvat yang mandapat molekul oksigen yang
cukup dan akan meneruskan tahapan reaksi tidak dapat begitu saja masuk ke
dalam siklus Krebs, karena asam piruvat memiliki atom C terlalu banyak, yaitu
3 buah. Persyaratan molekul yang dapat menjalani siklus Krebs adalah molekul
tersebut harus mempunyai dua atom C (2 C). Karena itu, asam piruvat akan
menjalani reaksi dekarboksilasi oksidatif.
Dekarboksilasi oksidatif adalah
reaksi yang mengubah asam piruvat yang beratom 3 C menjadi senyawa baru yang
beratom C dua buah, yaitu asetil koenzim-A (asetil ko-A). Reaksi
dekarboksilasi oksidatif ini (disingkat DO) sering juga disebut sebagai tahap
persiapan untuk masuk ke siklus Krebs. Reaksi
DO ini mengambil tempat di
intermembran mitokondria.
Pertama-tama, molekul asam cuka yang dihasilkan reaksi glikolisis akan
melepaskan satu gugus karboksilnya yang sudah teroksidasi sempurna dan
mengandung sedikit energi, yaitu dalam bentuk molekul CO2. Setelah itu, 2
atom karbon yang tersisa dari piruvat akan dioksidasi menjadi asetat (bentuk
ionisasi asam asetat). Selanjutnya, asetat akan mendapat transfer elektron
dari NAD+ yang tereduksi menjadi NADH. Kemudian, koenzim A (suatu senyawa
yang mengandung sulfur yang berasal dari vitamin B) diikat oleh asetat dengan
ikatan yang tidak stabil dan membentuk gugus asetil yang sangat reaktif,
yaitu asetil koenzim-A, yang siap memberikan asetatnya ke dalam siklus Krebs
untuk proses oksidasi lebih lanjut. (lihat bagan)
Selama reaksi transisi ini, satu molekul glukosa yang telah menjadi 2 molekul
asam piruvat lewat reaksi glikolisis menghasilkan
2 molekul NADH
3.Daur Krebs (daur trikarboksilat):(Perubahan 2 C – C)
Terjadi
di matriks mitokondria
Daur Krebs (daur trikarboksilat)
atau daur asam sitrat merupakan pembongkaran asam piruvat secara aerob
menjadi CO2 dan H2O serta energi kimia
Gbr. Bagan
reaksi pada siklus Krebs
4. Rantai Transportasi Elektron Respiratori:Terjadi di Krista
Dari daur Krebs akan keluar
elektron dan ion H+ yang dibawa sebagai NADH2 (NADH + H+ 1 elektron) dan
FADH2, sehingga di dalam mitokondria (dengan adanya siklus Krebs yang
dilanjutkan dengan oksidasi melalui sistem pengangkutan elektron) akan terbentuk air (H2 O), sebagai
hasil sampingan respirasi selain CO2.
Produk sampingan respirasi tersebut pada akhirnya dibuang ke luar tubuh
melalui stomata pada tumbuhan dan melalui paru-paru pada peristiwa pernafasan
hewan tingkat tinggi.
- Rantai transpor elektron adalah
tahapan terakhir dari reaksi respirasi aerob.
- Transpor elektron sering
disebut juga sistem rantai respirasi atau sistem oksidasi terminal.
- Transpor elektron berlangsung
pada krista (membran dalam) dalam mitokondria.
- Molekul yang berperan penting
dalam reaksi ini adalah NADH dan FADH2, yang dihasilkan pada reaksi
glikolisis, dekarboksilasi oksidatif, dan siklus Krebs.
- Selain itu, molekul lain yang
juga berperan adalah molekul oksigen, koenzim Q (Ubiquinone), sitokrom
b, sitokrom c, dan sitokrom a.
- Pertama-tama, NADH dan FADH2
mengalami oksidasi, dan elektron berenergi tinggi yang berasal dari reaksi
oksidasi ini ditransfer ke koenzim Q.
- Energi yang dihasilkan ketika
NADH dan FADH2 melepaskan elektronnya cukup besar untuk menyatukan ADP
dan fosfat anorganik menjadi ATP.
- Kemudian koenzim Q dioksidasi
oleh sitokrom b. Selain melepaskan elektron, koenzim Q juga melepaskan 2
ion H+.
- Setelah itu sitokrom b
dioksidasi oleh sitokrom c.
- Energi yang dihasilkan dari
proses oksidasi sitokrom b oleh sitokrom c juga menghasilkan cukup
energi untuk menyatukan ADP dan fosfat anorganik menjadi ATP.
- Kemudian sitokrom c mereduksi
sitokrom a, dan ini merupakan akhir dari rantai transpor elektron.
- Sitokrom a ini kemudian akan
dioksidasi oleh sebuah atom oksigen, yang merupakan zat yang paling
elektronegatif dalam rantai tersebut, dan merupakan akseptor terakhir
elektron.
- Setelah menerima elektron dari
sitokrom a, oksigen ini kemudian bergabung dengan ion H+ yang dihasilkan
dari oksidasi koenzim Q oleh sitokrom b membentuk air (H2O).
- Oksidasi yang terakhir ini
lagi-lagi menghasilkan energi yang cukup besar untuk dapat menyatukan
ADP dan gugus fosfat organik menjadi ATP.
- Jadi, secara keseluruhan ada
tiga tempat pada transpor elektron yang menghasilkan ATP.
- Sejak reaksi glikolisis sampai
siklus Krebs, telah dihasilkan NADH sebanyak 10 dan FADH2 2 molekul.
- Dalam transpor elektron ini,
kesepuluh molekul NADH dan kedua molekul FADH2 tersebut mengalami
oksidasi sesuai reaksi berikut.
-
- Setiap oksidasi NADH
menghasilkan kira-kira 3 ATP
- Dan kira-kira 2 ATP untuk
setiap oksidasi FADH2.
- Jadi, dalam transpor elektron
dihasilkan kira-kira 34 ATP.
- Ditambah dari hasil Glikolisis
(2ATP) dan siklus Krebs (2 ATP), maka secara keseluruhan reaksi
respirasi seluler menghasilkan total 38 ATP
- Jadi dari satu molekul glukosa
menghasilkan total 38 ATP.
- Akan tetapi, karena dibutuhkan
2 ATP untuk melakukan transpor aktif, maka hasil bersih dari setiap
respirasi seluler adalah 36 ATP. (lihat gambar)
Ke 4 proses
respirasi yang penting tersebut dapat diringkas sebagai berikut:
PROSES AKSEPTOR ATP
1.
Glikolisis:
Glukosa ——> 2 asam piruvat 2 NADH 2 ATP
2. Dekarboksilasi Oksidatif
2 asam piruvat ——> 2 asetil KoA + 2 C02 2 NADH
3. Siklus Krebs:
2 asetil KoA ——> 4 CO2 6 NADH 2 ATP
2 FADH2
4. Rantai trsnspor elektron respirator:
10 NADH + 502 ——> 10 NAD+ + 10 H20 30 ATP
2 FADH2 + O2 ——> 2 FAD + 2 H20 4 ATP
Total 38 ATP
Kesimpulan :
Pembongkaran 1 mol glukosa (C6H1206) + O2 ——> 6 H20 + 6 CO2
menghasilkan energi sebanyak 38 ATP.
|
Pada
kebanyakan tumbuhan den hewan respirasi yang berlangsung adalah respirasi
aerob, namun demikian dapat saja terjadi respirasi aerob terhambat pada sesuatu
hal, maka hewan dan tumbuhan tersebut melangsungkan proses fermentasi yaitu
proses pembebasan energi tanpa adanya oksigen, nama lainnya adalah respirasi
anaerob.
Dari
hasil akhir fermentasi, dibedakan menjadi fermentasi asam laktat/asam susu dan
fermentasi alkohol.
A.
Fermentasi Asam Laktat
Fermentasi
asam laktat yaitu fermentasi dimana hasil akhirnya adalah asam laktat.
Peristiwa ini dapat terjadi di otot dalam kondisi anaerob.
Reaksinya: C6H12O6 ————> 2 C2H5OCOOH +
Energi
enzim
Prosesnya :
1. Glukosa ————> asam piruvat (proses
Glikolisis).
enzim
C6H12O6 ————> 2 C2H3OCOOH + Energi
2. Dehidrogenasi asam piruvat akan terbentuk asam laktat.
2 C2H3OCOOH + 2 NADH2 ————>
2 C2H5OCOOH + 2 NAD
laktat
dehidrogenase
Energi yang terbentak dari glikolisis hingga terbentuk asam laktat :
8 ATP — 2 NADH2 = 8 - 2(3 ATP) = 2 ATP.
B. Fermentasi
Alkohol
Pada beberapa mikroba peristiwa pembebasan energi terlaksana karena asam
piruvat diubah menjadi asam asetat + CO2 selanjutaya asam asetat diabah menjadi
alkohol.
Dalam fermentasi alkohol, satu molekul glukosa hanya dapat menghasilkan 2
molekul ATP, bandingkan dengan respirasi aerob, satu molekul glukosa mampu
menghasilkan 38 molekul ATP.
Reaksinya :
1. Gula (C6H12O6) ————> asam piruvat
(glikolisis)
2. Dekarbeksilasi asam piruvat.
Asampiruvat ————————————————————>
asetaldehid + CO2.
piruvat dekarboksilase (CH3CHO)
3. Asetaldehid oleh alkohol dihidrogenase diubah menjadi alkohol
(etanol).
2 CH3CHO + 2 NADH2 —————————————————>
2 C2H5OH + 2 NAD.
alkohol
dehidrogenase
Ringkasan
reaksi :
C6H12O6 —————> 2 C2H5OH + 2 CO2 + 2
NADH2 + Energi
C. Fermentasi Asam Cuka
Fermentasi asam cuka merupakan suatu contoh fermentasi yang berlangsung
dalam keadaan aerob. Fermentasi ini dilakukan oleh bakteri asam cuka (Acetobacter
aceti) dengan substrat etanol.
Energi yang dihasilkan 5 kali lebih besar dari energi yang dihasilkan oleh
fermentasi alkohol secara anaerob.
Reaksi:
anaerob
C6H12O6 —————> 2 C2H5OH ———————————————>
2 CH3COOH + H2O + 116 kal
(glukosa) bakteri asam cuka asam
cuka
ANABOLISME
Anabolisme disebut juga sintesis,
merupakan proses penyusunan senyawa organik dari senyawa anorganik. Dalam
peristiwa ini diperlukan masukan energi (reaksi endergonik), misalnya : energi cahaya untuk fotosintesis, energi
kimia untuk kemosintesis.
Contoh dari anabolisme adalah proses fotosintesis yang berlangsung dalam
kloroplas.
1. Fotosintesis
Arti fotosintesis
adalah proses penyusunan atau pembentukan senyawa organik dari senyawa
anorganik dengan menggunakan energi cahaya atau foton. Sumber energi cahaya
alami adalah matahari yang memiliki spektrum cahaya infra merah (tidak
kelihatan), merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu dan ultra ungu
(tidak kelihatan).
Yang digunakan dalam proses fetosintesis adalah spektrum cahaya tampak, dari
ungu sampai merah, infra merah dan ultra ungu tidak digunakan dalam
fotosintesis.
Dalam fotosintesis, dihasilkan karbohidrat dan oksigen, oksigen sebagai hasil
sampingan dari fotosintesis, volumenya dapat diukur, oleh sebab itu untuk
mengetahui tingkat produksi fotosintesis adalah dengan mengatur volume oksigen
yang dikeluarkan dari tubuh tumbuhan.
Untuk membuktikan bahwa dalam fotosintesis diperlukan
energi cahaya matahari, dapat dilakukan percobaan Ingenhousz.
2. Pigmen Fotosintesis
Fotosintesis hanya berlangsung pada sel yang memiliki
pigmen fotosintetik. Di dalam daun terdapat jaringan pagar dan jaringan bunga
karang, pada keduanya mengandung kloroplast yang mengandung klorofil / pigmen
hijau yang merupakan salah satu pigmen fotosintetik yang mampu menyerap energi
cahaya matahari.
Kloroplas
Dilihat dari strukturnya, kloroplas terdiri atas
membran ganda yaitu
membran luar dan membran dalam yang
melingkupi ruangan yang berisi cairan yang disebut stroma. Membran dalam memiliki
bentuk perluasan yang disebut lamela. Membran
tersebut membentuk suatu sistem membran tilakoid yang berwujud sebagai suatu
bangunan yang disebut kantung tilakoid.
Kantung-kantung tilakoid tersebut dapat berlapis-lapis membentuk
grana .Klorofil terdapat pada membran tilakoid dan pengubahan
energi cahaya menjadi energi kimia berlangsung dalam tilakoid, sedang
pembentukan glukosa sebagai produk akhir fotosintetis berlangsung di stroma.
Organel ini
memiliki bagian-bagian:
- Tilakoid
- Ruang tilakoid
- Grana
- Stroma
- Ruang antar membran
Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pembentukan
klorofil antara lain :
1. Gen :
bila gen untuk klorofil tidak ada maka tanaman tidak akan
memiliki
klorofil.
2. Cahaya :
beberapa tanaman dalam pembentukan klorofil memerlukan cahaya,
tanaman lain tidak memerlukan cahaya.
3. Unsur N. Mg, Fe :
merupakan unsur-unsur pembentuk dan katalis dalam sintesis
klorofil.
4. Air :
bila kekurangan air akan terjadi desintegrasi klorofil.
Reaksi
fotosintesis juga merupakan reaksi redoks. Proses ini berlangsung dalam dua
tahap, yaitu reaksi terang dan reaksi gelap.
1.
Reaksi Terang/Light Reaction/Reaksi Hill
Pada
tabun 1937 : Robin Hill mengemukakan bahwa cahaya matahari yang ditangkap oleh
klorofil digunakan untuk memecahkan air menjadi hidrogen dan oksigen. Peristiwa
ini disebut fotolisis (reaksi terang).
CAHAYA
2H2O ------------à 2H2 + O2
H2 yang
terlepas akan diikat oleh NADP dan terbentuklah NADPH2, sedang O2 tetap dalam
keadaan bebas. Menurut Blackman (1905) akan terjadi penyusutan CO2 oleh H2 yang
dibawa oleh NADP tanpa menggunakan cahaya. Peristiwa ini disebut reaksi gelap
.NADPH2 akan bereaksi dengan CO2 dalam bentuk H+ menjadi CH20.
CO2 + 2 NADPH2 + O2 ————> 2 NADP + H2 + CO+ O + H2 + O2
Ringkasnya :
Reaksi terang :2 H20 ——> 2 NADPH2 + O2
Reaksi gelap :CO2 + 2 NADPH2 + O2——>NADP + H2 + CO + O + H2 +O2
atau
2 H2O + CO2 ——> CH2O + O2
atau
12 H2O + 6 CO2 ——> C6H12O6 + 6 O2
NADP ( nikotinamida adenin dinukleotida
fosfat) merupakan koenzym yang berperan penting dalam reaksi reduksi
oksidasi yang menghasilkan ATP.
Sintesis ATP dalam kloroplas disebut fotofosforilase. Untuk
memahami fotofosforilase kita bahas dulu tentang fotosistem.
Fotosistem adalah suatu unit
yang mampu menangkap energi cahaya matahari ,yang terdiri dari klorofil a,
kompleks antena, dan akseptor elektron. Di dalam kloroplas terdapat beberapa
macam klorofil dan pigmen lain, seperti klorofil a yang berwarna hijau muda,
klorofil b berwarna hijau tua, dan karoten yang berwarna kuning sampai jingga.
Pigmen-pigmen tersebut mengelompok dalam membran tilakoid dan membentuk fotosistem
yang berperan penting dalam fotosintesis
Klorofil
a berada dalam bagian pusat reaksi. Klorofil ini berperan dalam menyalurkan elektron
yang berenergi tinggi ke akseptor utama elektron. Elektron ini selanjutnya
masuk ke sistem siklus elektron.[ Elektron yang dilepaskan klorofil
a mempunyai energi tinggi sebab memperoleh energi dari cahaya yang berasal dari
molekul perangkat pigmen yang dikenal
dengan kompleks antena.
Dalam
membran tilakoid terdapat dua jenis fotosistem yang bekerja secara bersama
dalam reaksi terang, yaitu fotosistem I dan fotosistem II. Pada fotosistem I ini penyerapan energi
cahaya dilakukan oleh klorofil a yang sensitif terhadap cahaya dengan panjang
gelombang 700 nm sehingga klorofil a disebut juga P700. Energi yang
diperoleh P700 ditransfer dari kompleks antena.
Pada fotosistem
II penyerapan energi cahaya dilakukan oleh klorofil a yang sensitif
terhadap panjang gelombang 680 nm sehingga disebut P680. P680 yang teroksidasi merupakan agen
pengoksidasi yang lebih kuat daripada P700. Dengan potensial redoks yang lebih besar, akan
cukup elektron negatif untuk memperoleh elektron dari molekul-molekul air.
Sintesis
NADPH dan ATP digerakkan oleh cahaya dengan memberi energi kepada fotosistem
yang terdapat pada membran tilakoid kloroplas.Kunci untuk transpormasi energi
ini ialah aliran elektron melalui fotosistem
yang ada di dalam membran tilakoid.
Selama
reaksi terang fotosintesis terdapat 2 rute untuk aliran elektron ,yaitu non
siklik dan siklik
1.Aliran
elektron non siklik
Bila
P700 menerima cahaya, elektronnya akan tereksitasi sehingga elektron lepas dari
P700 dan diterima oleh feredoxin (akseptor primer). Feredoxin memberikan
elektron pada NADP sehingga tereduksi menjadi NADPH. Karena P700 kehilangan
elektron ia memperoleh gantinya dari P680.
Bila P680 menerima cahaya, elektronnya tereksitasi sehingga lepas dan diterima
oleh akseptor primer. Elektron berjalan dari akseptor primer ke sitokrom dan
akhirnya ke P700. Saat elektron berpindah dari sitokrom ke P700 dilepaskan energi
yang digunakan untuk membentuk ATP. P680 yang kehilangan elektron memperoleh
ganti dari dari proses fotolisis air.
Aliran elektron non siklik
menghasilkan O2 , ATP dan NADPH
2.
Aliran elektron siklik
Siklus
ini bermula dari P700 yang menerima cahaya, elektron yang lepas diterima
feredoksin tetapi tidak diberikan ke NADP melainkan ke sitokrom, lalu kembali
ke P700. Saat elektron berjalan dari sitokrom ke P700 dihasilkan energi yang
digunakan untuk membentuk ATP. Jadi selama siklus siklik hanya menghasilkan ATP saja .Dari keterangan di atas
dapat diketahui ada tiga bahan yang dihasilkan saat reaksi terang, yaitu: NADPH2,
ATP, dan O2. Dua yang pertama digunakan sebagai bahan untuk terlaksananya
reaksi gelap.
2.
Reaksi Gelap/Dark Reaction/Siklus Calvin-Benson
Reaksi
gelap merupakan tahap fotosintesis yang tidak memerlukan cahaya. Proses yang
berlangsung pada stroma ini memerlukan bahan yang dibentuk pada reaksi terang
yaitu NADPH dan ATP, serta CO2 dari udara. Reaksi dimulai dari pengikatan CO2
oleh ribulosa difosfat (RDP) dan pada akhir siklus dibentuk fosfogliseraldehid
(PGAL) yang kemudian diubah menjadi glukosa (lihat bagan di atas).
Reaksi
gelap pada tumbuhan dapat terjadi melalui dua jalur, yaitu siklus Calvin-Benson
dan siklus Hatch-Slack.
Pada
siklus Calvin-Benson, CO2 diikat oleh ribulosa 1,5 bisfosfat (RuBP)
menjadi senyawa dengan jumlah atom
karbon tiga yaitu Asam 3-phosphogliserat (APG). Oleh karena itulah tumbuhan
yang menjalankan reaksi gelap melalui jalur ini dinamakan tumbuhan C-3.
Penambatan CO2 sebagai sumber karbon pada tumbuhan ini dibantu oleh enzim rubisco.
Pada
siklus Hatch-Slack, CO2 diikat
oleh fosfoenolpiruvat (PEP) menjadi Asam
oksaloasetat(AOA) yang memiliki empat atom karbon. Oleh karena itulah
tumbuhan yang menjalankan reaksi gelap melalui jalur ini disebut tumbuhan C-4 .Enzim yang berperan adalah phosphoenolpyruvate carboxilase.Tempat
pengikatan CO2 dari udara terjadi di dalam sel-sel mesofil,sedangkan
reaksi reduksi terjadi di jaringan pembuluh.Contoh tumbuhan C4
adalah sorgum dan jagung.
Jalur CAM (Crassulacean Acid Metabolism) ,tumbuhan ini hidup di daerah kering atau
epifit/xerofit ,daun berdaging dan sukulen, contoh :kaktus. Pada tumbuhan CAM
,CO2 diikat oleh PEP menjadi Asam
oksaloasetat(AOA) yang memiliki empat atom karbon (seperti tumbuhan C4),
tetapi semua reaksi fotosintesis terjadi di mesofil (seperti tumbuhan C3
) , tumbuhan CAM stomata menutup pada siang hari sehingga pengikatan CO2
dilakukan malam hari.
Siklus Calvin-Benson
Perhatikan
gambar berikut
Reaksi
terang adalah reaksi yang melibatkan tenaga matahari sedangkan reaksi gelap
(calvin-Benson Cycle) dapat terjadi tanpa kehadiran sinar matahari.
Dari
gambar tersebut dapat dilihat bahwa:
- Reaksi terang dan gelap
berkaitan, kaitannya adalah reaksi terang menyediakan energi untuk
melangsungkan reaksi bagi reaksi gelap. Energi yang dipersiapkan oleh
reaksi terang berupa ATP dan NADPH.
- ATP diperoleh dari tenaga foton
yang berasal dari matahari dan H+ pada NADPH berasal dari pemecahan air.
Selain itu pemecahan air juga menghasilkan oksigen yang akan dibebaskan ke
lingkungan.
- Pada raksi gelap dihasilkan gula
dengan memanfaatkan CO2 lingkungan.
Percobaan
tentang Fotosintesis
Fotosintesis
merupakan suatu proses yang penting bagi kehidupan makhluk hidup di bumi.
Dengan fotosintesis, tumbuhan menyediakan makanan bagi makhluk hidup lain baik
secara langsung maupun tidak langsung. Banyak ilmuwan yang melakukan penelitian
tetang fotosintesis, diantaranya adalah:
1.
Ingenhousz
Orang yang pertama kali menemukan fotosintesis adalah Jan Ingenhousz
(1730-1799). Beliau memasukkan tumbuhan air Hydrila
verticilata ke dalam bejana yang diisi air. Bejana gelas itu ditutup dengan
corong terbalik dan diatasnya diberi tabung reaksi yang berisi air hingga
penuh. Bejana itu diletakkan di terik matahari. Tak lama kemudian muncul
gelembung udara dari tumbuhan air. Setelah diuji, ternyata gelembung tersebut
adalah oksigen. Ingenhousz menyimpulkan fotosintesisis menghasilkan oksigen.
2. T
W Engelman
Pada tahun 1822, T W Engelmann melakukan percobaan menggunakan gangang Spyrogyra. Ganggang ini mempunyai
kloroplas seperti spiral. Hanya kloroplas yang terkena cahaya yang mengeluarkan
oksigen. Kloroplas yang tidak kena cahaya tidak mengeluarkan oksigen. Hal ini
dibuktikan dengan banyaknya bakteri aerob (suka oksigen) yang berkerumun di
bagian kloroplas yang terkena cahaya. Kesimpulan nya adalah:
a. Fotosintesis terjadi di kloroplas
b. Fotosintesis memerlukan cahaya
3.
Sachs
Pada tahun 1860, Sachs membuktikan bahwa proses fotosintesis menghasilkan
amilum. Daun yang sebagian dibungkus kertas timah (kertas bungkus rokok)
dipetik di sore hari, setelah terkena matahari sejak pagi hari, daun tersebut
direbus untuk dimatikan sel-selnya. Selanjutnya daun tersebut dimasukkan ke
dalam alkohol, agar klorofilnya larut sehingga daun tersebut menjadi pucat.
Saat daun itu ditetesi dengan yodium, bagian yang tertutup oleh ketas timah
tetap pucat, sedangkan bagian daun yang tidak tertutup warnanya menjadi biru
kehitaman. Warna biru kehitaman menandakan bahwa di bagian daun tersebut
terdapat amilum.
3.
Kemosintesis
Tidak semua tumbuhan dapat melakukan
asimilasi C menggunakan cahaya sebagai sumber energi. Beberapa macam bakteri
yang tidak mempunyai klorofil dapat mengadakan asimilasi C dengan menggunakan
energi yang berasal dan reaksi-reaksi kimia, misalnya bakteri sulfur, bakteri
nitrat, bakteri nitrit, bakteri besi dan lain-lain. Bakteri-bakteri tersebut
memperoleh energi dari hasil oksidasi senyawa-senyawa tertentu.
Bakteri besi memperoleh energi kimia dengan cara oksidasi Fe2+ (ferro) menjadi
Fe3+ (ferri).
Bakteri Nitrosomonas dan Nitrosococcus
memperoleh energi dengan cara mengoksidasi NH3, tepatnya Amonium
Karbonat menjadi asam nitrit dengan reaksi:
Nitrosomonas
(NH4)2CO3 + 3 O2 ——————————> 2 HNO2 + CO2 + 3 H20 + Energi
Nitrosococcus
1. Sintesis
Lemak
Lemak dapat disintesis dari karbohidrat dan protein, karena dalam
metabolisme, ketiga zat tersebut bertemu di dalarn daur Krebs. Sebagian besar
pertemuannya berlangsung melalui pintu gerbang utama siklus (daur) Krebs, yaitu
Asetil Ko-enzim A. Akibatnya ketiga macam senyawa tadi dapat saling mengisi
sebagai bahan pembentuk semua zat tersebut. Lemak dapat dibentuk dari protein
dan karbohidrat, karbohidrat dapat dibentuk dari lemak dan protein dan
seterusnya.
4.1. Sintesis Lemak dari Karbohidrat :
Glukosa diurai menjadi piruvat ———> gliserol.
Glukosa diubah ———> gula fosfat ———> asetilKo-A ———>
asam lemak.
Gliserol + asam lemak ———> lemak.
4.2.
Sintesis Lemak dari Protein:
Protein ————————> Asam Amino
protease
Sebelum terbentuk lemak asam amino mengalami deaminasi lebih dahulu, setelah
itu memasuki daur Krebs. Banyak jenis asam amino yang langsung ke asam piruvat ———> Asetil Ko-A.
Asam amino Serin, Alanin, Valin, Leusin, Isoleusin dapat terurai menjadi Asam
piruvat, selanjutnya asam piruvat ——> gliserol ——> fosfogliseroldehid.
Fosfogliseraldehid dengan asam lemak akan mengalami esterifkasi membentuk
lemak.
Lemak berperan sebagai sumber tenaga (kalori) cadangan. Nilai kalorinya lebih
tinggi daripada karbohidrat. 1 gram lemak menghasilkan 9,3 kalori, sedangkan 1
gram karbohidrat hanya menghasilkan 4,1 kalori saja.
5. Sintesis Protein
Sintesis protein yang berlangsung di dalam sel, melibatkan DNA, RNA dan
Ribosom. Penggabungan molekul-molekul asam amino dalam jumlah besar akan
membentuk molekul polipeptida. Pada dasarnya protein adalah suatu polipeptida.
Setiap sel dari organisme mampu untuk mensintesis protein-protein tertentu yang
sesuai dengan keperluannya. Sintesis protein dalam sel dapat terjadi karena
pada inti sel terdapat suatu zat (substansi) yang berperan penting sebagai
"pengatur sintesis protein". Substansi-substansi tersebut adalah DNA
dan RNA.